Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2021

Hikmah Diciptakannya Musibah dan Kepedihan

Gambar
Pinterest 🍫 (1). Melahirkan 'ubudiyyah (ibadah) pada saat kesulitan, yaitu berupa kesabaran. Allah berfirman: وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ".....Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa': 35) Terhadap ujian (dari Allah) yang berupa kegembiraan dan kebaikan, maka harus disikapi dengan syukur, sedangkan terhadap ujian berupa kesusahan dan keburukan, haruslah disikapi kesabaran. Semua ini tidak terjadi, kecuali bila Allah membalikkan keadaan atas para hamba, sehingga terlihatlah kejujuran pengabdian kepada Allah Ta'ala. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sunggu

Pintu-Pintu Masuknya Setan (Pintu Pertama: Kebodohan)

Gambar
🌷 Pada   tulisan-tulisan kami sebelumnya, kita sedikit banyak sudah mengetahui dan memahami tentang seluk-beluk setan dan berbagai macam tipu dayanya untuk menyesatkan manusia. Kita sudah mengetahui tentang tingkatan-tingkatan godaan dan rayuan setan, mengetahui tentang metode-metode yang digunakan oleh setan untuk menyesatkan manusia, dan sekarang kita akan mengetahui pintu-pintu yang dapat digunakan oleh setan untuk menyesatkan manusia.  Source: unsplash.com Dalam tulisan-tulisan kami terkait hal ini, kami lebih banyak menukil dari kitab yang ditulis oleh Syaikh Wahid Abdussalam Bali walaupun kami juga berusaha menambahkan beberapa pengetahuan penting terkait hal ini dari beberapa kitab yang ditulis oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah karena Syaikh Wahid Abdussalam Bali juga mengambil banyak faedah dari tulisan-tulisan beliau. Kami menyadari bahwa dalam semua tulisan-tulisan yang kami buat ini, masih banyak kekurangan serta kesalahan-kesalahan di dalamnya. Karena berbicara te

Metode Setan Dalam Menyesatkan Manusia 4

Gambar
15.    Khamr, Judi, Berhala dan Mengundi Nasib Dengan Anak Panah Allah berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90-91 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya, (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” Source: unsplash.com Khamr adalah segala sesuatu yang memabukkan, maisir adalah judi, anshab adalah segala sesuatu yang didirikan dan disembah selain Allah, seperti batu, pohon, berhala, kuburan, atau ilmu. Adapun azlam adalah gelas yang mereka gunakan untuk mengundi nasib. Bisa berupa gelas, anak panah, kerikil, dan lain-lain. Salah satunya bertuliskan “Tuhanku menyuruhku,” da

Metode Setan Dalam Menyesatkan Manusia 3

Gambar
9.      Ekstrim dan Gegabah Berkaitan dengan persoalan ini, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah mengatakan, “Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu, kecuali setan menyerukan dua kecenderungan: ada kalanya teledor dan abai, ada kalanya berlebihan dan ekstrim. Setan tidak peduli dengan kesalahan yang mana ia berhasil menggoda manusia. Setan mendekati hati manusia dan mencermatinya. Jika ia menemukan aroma kelemahan, keteledoran, dan menganggap mudah, setan menyerangnya dari titik ini. Ia buat manusia itu berleha-leha. Ia serang dengan kemalasan dan kelemahan. Ia bukakan pintu-pintu alasan, harapan, dan lain-lain hingga bisa jadi manusia itu meninggalkan perintah secara keseluruhan. Source: unsplash.com Jika menemukan sifat hati-hati, bersungguh-sungguh, giat dan bersemangat, dan merasa putus asa untuk memasuki pintu ini, setan menyuruhnya agar giat secara berlebihan. Ia bisikkan kepada orang tersebut: “Ibadah ini belum mencukupi karena engkau memiliki ambisi yang lebih tinggi. Oleh ka