Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2021

Hikmah Diciptakannya Musibah dan Kepedihan

Gambar
Pinterest 🍫 (1). Melahirkan 'ubudiyyah (ibadah) pada saat kesulitan, yaitu berupa kesabaran. Allah berfirman: وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ ".....Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiyaa': 35) Terhadap ujian (dari Allah) yang berupa kegembiraan dan kebaikan, maka harus disikapi dengan syukur, sedangkan terhadap ujian berupa kesusahan dan keburukan, haruslah disikapi kesabaran. Semua ini tidak terjadi, kecuali bila Allah membalikkan keadaan atas para hamba, sehingga terlihatlah kejujuran pengabdian kepada Allah Ta'ala. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ “Sunggu

Nasehat Indah Dari Imam Al-Barbahari

Gambar
Pembahasan ini bisa disebut bonus dan إن شاء الله masih ada satu lagi pembahasan bonus dari kami lainnya terkait fenomena pemanggilan arwah.  Kami merasa perlu untuk memperjelas tentang bid’ah agar kita bisa lebih paham lagi dan tidak lagi menunjukkan kebodohan kita yang sebenarnya walaupun diri kita dan pendukung kita merasa kalau kita itu pintar dan di atas kebenaran. Jika Anda memang benar, tunjukkan buktinya! Apa yang menjadi pendukung dan penguat pendapat dan perbuatan Anda? Jika dalil dari wahyu yang shahih yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak ada, dari akal yang sehat juga tidak mendukung, maka jawabannya pasti dari hawa nafsu dan setan walaupun pendukung Anda banyak. Source: whaleshares.io Bukankah banyaknya sesuatu (kuantitas) semenjak dahulu tidak menunjukkan nilai (kualitas) sebuah sesuatu? Bukankah sudah banyak dalil yang menjelaskan tentang hal ini? Bahkan kita ummat muslim di zaman penuh fitnah ini bagaikan buih, secara kuantitas banyak tapi secara kualitas perlu diperta

Tingkatan Godaan dan Bujukan Setan Bagian 2

Gambar
4.     Tingkatan keempat Yaitu dosa-dosa kecil , jika telah menumpuk bisa membinasakan pelakunya. Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya: “Jauhilah dosa-dosa kecil. Karena perumpamaan orang-orang yang meremehkan dosa-dosa kecil laksana suatu kaum yang turun pada lembah suatu bukit, yang satu datang membawa kayu dan yang satu lagi membawa kayu yang lain, hingga mereka membawa kayu yang dapat memasak roti mereka. Sesungguhnya dosa-dosa kecil, jika dilakukan terus-menerus oleh pelakunya, niscaya akan membinasakannya.” (HR. Ahmad: 11/329) Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata, sanadnya hasan. Ad-Darimi dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda kepadanya yang artinya: “Wahai Aisyah, janganlah kamu meremehkan amalan-amalan kebaikan, karena ada malaikat yang siap mencatat amalan-amalan tersebut.” (HR. Ad-Darimi 2/303, Ibnu Majah 2/1417. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani di dalam S

Cara Setan Menyesatkan Manusia

Gambar
Perbuatan Buruk Yang Paling Disukai Iblis Imam Asy-Suyuthi berkata bahwa Ibnu Abid-Dunya mentakhrij dari Abu Musa Al-Asy’ari, dia berkata, “Jika tiba waktu pagi, Iblis menyebar pasukannya, seraya berkata, “Siapa yang mampu menyesatkan seorang Muslim, aku akan memasangkan mahkota kepadanya.” Salah seorang setan berkata, “Aku senantiasa menggoda seseorang hingga dia menceraikan istrinya.” Iblis berkata, “Terlalu mudah baginya untuk menikah lagi.” Setan lain melapor, “Aku senantiasa menggoda seorang lelaki hingga dia durhaka kepada orang tuanya.” Iblis berkata, “Terlalu mudah baginya untuk berbakti kepada mereka.” Setan lain melapor, “Aku senantiasa menggoda Fulan hingga dia minum khamar.” Iblis berkata, “Engkau layak.” Setan lain melapor, “Aku senantiasa menggoda seorang lelaki hingga dia berzina.” Iblis berkata, “Engkau layak.” Setan lain melapor, “Aku senantiasa menggoda seorang lelaki hingga dia membunuh.” Iblis berkata, “Engkaulah yang paling layak.” Di dalam riw