Selamat Datang di Whanday's Blog Semoga Blog ini Dapat Membantu Anda
Rabu, 30 November 2011

Mengenali Kelainan-Kelainan pada Kulit kepala

Gbr 1. Kulit kepala
Perkembangan zaman yang semakin maju dan banyaknya alat-alat canggih ataupun bahan-bahan kosmetik dan obat-obatan yang digunakan oleh manusia, bagaikan dua sisi mata uang yang berbeda. Di satu sisi,  mungkin saja merupakan salah satu bagian dari penyebab banyaknya masalah-masalah yang berhubungan dengan kulit kepala dan rambut dan di sisi yang lain juga bisa sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan itu sendiri. Oleh karena itu, manusia harus bijak dalam memanfaatkan perkembangan yang ada sehingga mampu meminimalisir dampak buruk yang akan di timbulkannya. Selain itu, faktor pengetahuan juga sangat menentukan bagi seseorang dalam mengambil bersikap dan tindakan.
Oleh karena itu, setiap orang haruslah memiliki pengetahuan tentang berbagai macam kelainan-kelainan pada kulit kepala dan rambut serta ciri-cirinya agar bisa mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasinya. Pengetahuan ini juga sangat penting bagi para peñata kecantikan rambut baik bagi dirinya sendiri maupun bagi para pelanggan.
Berikut kelainan-kelainan pada kulit kepala
a.  Bisul (Furunkulosis)
Kelainan ini merupakan peradangan terbanyak yang disebabkan oleh bakteri stafilokokus. Bisul ini sering dimulai dari wujud sebagai peradangan folicle rambut yang kemudian menjalar ke jaringan sekitarnya. Bakteri ini menyerang pada bagian tengah jaringan yang kemudian bakteri tersebut akan mati. Jaringan kulit disekitarnya menjadi lebih padat, yang selanjutnya membentuk dinding. Bisul yang membatasi jaringan sentral yang mati yaitu mata bisul. Folicle rambut dan rambutnya menjadi hancur, sehingga rambut menjadi rontok.
b.  Bisul Batu (Korbunkulosis)
Biasanya diawali dengan timbulnya peradangan, terutama pada folicle rambut yang berdekatan sehingga tumbuhlah bisul yang besar dengan mata lebih dari satu. Kelainan ini juga disebabkan oleh bakteri. Kelainan ini sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus/kencing manis. Apabila kelainan ini mengalami penyembuhan, maka akan meninggalkan bekas jaringan parut dan sering berakibat kebotakan yang permanen.
c.  Dermatitis Papilaris Capillitii
Kelainan ini merupakan peradangan folicle rambut, disertai dengan penanahan (supurasi) kulit dibagian belakang kepala. Bila dilihat secara gambaran klinis berupa pita melintang dibelakang kepala. Pita itu terdiri atas folicle yang meradang dengan bagian tepi-tepi yang kasar dan keras, kerena pembentukan jaringan parut berlebihan (keloid). Keadaan ini sangat menahun (kronis) dan disebabkan oleh bakteri stafilokokus.
d.  Kelainan karena Infeksi jamur
Infeksi ini dapat disebabkan oleh beberapa jenis jamur. Akan tetapi ada pula yang melibatkan batang rambut sehingga menjadi mudah patah dan menyebabkan kebotakan.
e.  Peradangan Menahun
Penyebab dari peradangan menahun adalah dermatitis seboroicha, dimulai pada kulit kepala kemudian akan menyebar sampai ke dahi, alis, kelopak mata dan sebagainya. Tanda-tanda seboroicha terlihat meradang seperti kemerah-merahan, kulit mengelupas dan berupa sisik-sisik yang halus.
f.  Pediculosis Capitis
Gbr 1. Kutu kepala
Merupakan infeksi pada kulit kepala karena gangguan parasit jenis serangga yaitu kutu kepala. Pada dasarnya kutu itu sendiri tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut, namun menimbulkan rasa gatal yang hebat pada kulit kepala karena gigitannya. Karena rasa gatal ini, penderita menggaruk-garuk yang akan menyebabkan infeksi sekunder. Pada kasus-kasus yang berat dapat dijumpai adanya abses ataupun borok yang banyak dijumpai di daerah belakang kepala. Rambut di daerah ini kering dan kusam, bahkan dapat bergumpal-gumpal karena nanah yang mongering sehingga berbau busuk. Telur-telur kutu (nits) melekat pada pangkal batang rambut umumnya pada derah di belakang telinga.
g.  Sindap atau Ketombe
Istilah lain dari sindap adalah seborocheic dermatitis yang artinya adalah pelepasan sel-sel kulit kepala yang sudah mati secara berlebihan. Berdasarkan wujudnya, sindap terbagi menjadi 2 yaitu :
-   Sindap kering (pityriasis capitis simples)
Gbr 2. Ketombe kering
Sindap kering dapat dilihat dengan tanda-tanda yaitu adanya sisik-sisik berwarna putih hingga kuning kehitam-hitaman, mengkilat serta kering pada kulit kepala. Akibat dari sindap kering ini sangat gatal, rambut rontok karena terganggu pertumbuhannya. Sindap ini kebanyakan disebabkan oleh jamur. Jamur itu jatuh dari atas kepala atau pindahan dari sisir rambut dan berkembangbiak. Apabila daya tahan tubuh sedang menurun, perkembangan jamur ini akan sangat mudah dan cepat. Jamur akan mengganggu fisiologi kulit dan akan menyebabkan proses pembentukan stratum corneum yang lebih cepat sehingga terdapat sisik-sisik sindap yang bertumpuk. Di samping itu jamur ini juga mengganggu fisiologi kelenjar sebaceous dan bisa menjadi lebih aktif atau sebaliknya. Seandainya hygiene rambut atau kulit kepala kurang baik, merupakan faktor yang sangat memudahkan untuk berkembangbiaknya jamur tersebut.

-       Sindap basah (pityriasis steatoides)
Gbr 3. Ketombe basah
Tanda-tanda dari sindap basah adalah berupa sisik-sisik berwarna seperti pada sindap kering tetapi bukan kering melainkan basah. Sindap basah banyak terjadi pada orang yang memiliki jenis kulit kepala dan rambut berminyak dan kurang memperhatikan kebersihannya sehingga kadang-kadang sindap basah ini agak berbau dibandingkan dengan sindap kering. Selain itu, rambut akan lebih susah dalam penataannya.

h.  Kadas atau ringworm
Penyakit ini paling banyak menghinggapi anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Tanda-tanda kelainan ini antara lain : rasanya sangat gatal, tetapi pembentukan sisik-sisik tidak terlalu menular dan akan menular bila terjadi kontak yang lama. Tanda-tanda lainnya adalah adanya tanda yang berupa kerak berbentuk mangkok (cekung) berwarna kuning. Kerak ini ada yang kering dan ada pula yang basah. Penyakit ini sangat gatal dan disertai dengan kerontokan rambut, baunya sangat tidak sedap seperti kencing tikus. Hal ini akan diperburuk lagi apabila terlalu banyak memakan makanan yang berlemak, keringat yang banyak dan pikiran stress.
i.  Scobiosis
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh sejenis hewan parasit atau kutu kudis. Penyakit ini ditandai dengan bintilan-bintilan dan selalu timbul keinginan untuk menggaruk. Karena menular, maka disetiap tempat yang digaruk akan menjadi tempat untuk tumbuh dan perkembangbiakannya. Kutu akan membuat liang atau lubang yang akan dijadikan rumahnya di dalam kulit dan menimbulkan perasaan gatal sehingga sering digaruk yang menimbulkan bekas garukan serta tanda peradangan.
j.  Piodra
Piodra berarti batu. Piodra ini disebabkan oleh sejenis jamur. Biasanya jamur tersebut berada pada permukaan rambut dan tidak merusak batang rambut bagian dalam. Tanda-tanda rambut terkena penyakit ini adalah terdapat bintik-bintik hitam atau coklat. Piodra ini merupakan penyakit epidemis yang disebabkan oleh kelembaban udara di tempat-tempat tertentu. Karena itu, penyakit ini sering dijumpai pada orang-orang yang gemar berenang.


0 komentar:

Poskan Komentar